hikmahtentangqurban

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Tips Memilih Hewan Kurban yang baik dan sehat

Salah satu faktor yang penting dalam ibadah kurban  adalah memberikan kurban yang terbaik. Sapi qurban yang kuat dan sehat harus menjadi pilihan utama. Bisa dibayangkan kita sudah ikhlas dalam beribdah kurban tapi ternoda karena sang penerima kurban merasa kecewa karena tidak mendapatkan daging dengan kualitas yang baik dan pada ujungnya tidak dapat mengkonsumsi daging kurban yang kita berikan.

Untuk mengetahui kesehatan sapi secara  umum, bisa  memperhatikan keadaan tubuh,  sikap dan tingkah laku, pernapasan, denyut jantung, pencernaan dan pandangan sapi.

  1. Keadaan tubuh
  2. Sapi sehat, keadaan tubuh bulat berisi, kulit lemas.
  3.    Tidak adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya, tidak ada tandatanda kerusakan dan kerontokan pada bulu (licin dan mengkilat).
  4. Selaput lendir dan gusi berwarna merah muda, lebih mudah bergerak bebas.
  5. Ujung hidung bersih, basah dan dingin.
  6. Kuku tidak terasa panas dan bengkak bila diraba.
  7. Suhu tubuh sekitar 39,5 C – 40 C.
  8. Sikap dan tingkah laku
  9. Sapi sehat tegap.
  10. Keempat kaki memperoleh titik berat sama.
  11. Sapi peka terhadap lingkungan (ada orang cepat bereaksi).
  12. Bila diberi pakan, mulut akan dipenuhi pakan.
  13. Cara minum panjang.
  14. Sapi yang terus menerus tiduran memberikan kesan bahwa sapi tersebut sakit atau mengalami kelelahan.
  15. Pernafasan
  16. Sapi sehat bernafas dengan tenang dan teratur, kecuali ketakutan, kerja berat, udara panas dan sedang tiduran lebih cepat.
  17. Jumlah pernafasan : Anak sapi 30/menit, Dewasa 10-30/menit.
  18. Pencernaan.
  19. Sapi sehat memamah biak dengan tenang sambil istirahat/ tiduran.
  20. Setiap gumpalan pakan di kunyah 60-70 kali.
  21. Sapi sehat nafsu makan dan minum cukup besar.
  22. Pembuangan kotoran dan kencing berjalan lancar.
  23. Bila gangguan pencernaan, gerak perut besar berhenti atau cepat sekali.
  24. Proses memamah biak berhenti.
  25. Pandangan mata.
  26. Sapi sehat pandangan mata cerah dan tajam.
  27. Sapi sakit pandangan mata sayu.

Untuk hewan kurban berupa kambing, cirinya untuk yang sehat juga hampir sama. Biasanya penyakit yang sering dijumpai pada kambing yaitu cacingan atau penyakit kulit. Penyakit cacing pada kambing umumnya disebabkan oleh parasit cacing dari golongan cacing gilig, tetapi ada juga dari golongan cacing pipih ataupun cacing Pita. Gejalanya yaitu :

  1. Kambing semakin kurus
  2. Bulu kambing berdiri dan kusam
  3. Nafsu makan berkurang
  4. Kambing terlihat pucat
  5. Kotoran lembek sampai mencret sehingga kandang cepat menjadi kotor.

Sedangkan untuk penyakit kulit Gejalanya yaitu :

  1. Kulit merah dan menebal
  2. Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding kandang

Kerontokan bulu

  1. Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher.

Ciri-ciri sehat sapi Qurban adalah :

Secara fisik memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat. Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus.

Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri,tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).

  •      Matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.Biladitemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.
  •    Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.
  •    Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah. Sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kaki.
  • Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah terang.
  • Mulut dan gusi bersih, tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada bercak-bercak perdangan.
  • Celah kuku bersih, tidak ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan.
  • Kulitnya lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka.
  • Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering.
  • Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).
  •    Jika saat musim hujan, maka waspadalah karena hewan rawan terkena diare dan cacingan.Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus.
  • Waspadalah terhadap hewan ternak yang kulitnya mengalami korengan. Itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit sceabie.

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya