Kenali-Model-model-Akuaponik-1

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Teori Dasar Akuaponik yang Perlu Dipahami

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Sejak pandemi COVID-19 banyak orang mulai mengenal budidaya sayur yang digabung dengan budidaya ikan. Pada dasarnya budidaya tersebut menggunakan prinsip akuaponik, yaitu memadukan antara ikan, tanaman, dan sinar matahari.

Ikan berfungsi sebagai penghasil pupuk cair alami dan tanaman bekerja sebagai biofilter. Selain itu, tanaman berperan sebagai pemanfaat hasil gas yang ditimbulkan dari hasil ekskresi/kotoran ikan.

Sementara itu, matahari adalah sumber energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta ikan. Zooplankton dan fitoplankton yang berada di dalam air juga memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi.

Akuaponik saat ini sangat membutuhkan probiotik untuk membuat sistemnya semakin sempurna. Probiotik bermanfaat untuk membantu pencernaan pada perut ikan sehingga kotoran yang dihasilkan sudah hampir sempurna. Kotoran yang dihasilkan tidak akan menyebabkan air kolam berbau.

Probiotik merupakan mikroorganisme yang sangat kecil, tetapi memiliki kekuatan yang sangat luar biasa untuk mengurai bahan organik. Mikroorganisme yang dibutuhkan pada sistem ini adalah mikroba yang menguntungkan.

Keberadaan mikroba sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam akuaponik. Mikroba berfungsi pada proses nitrifikasi atau pemotongan unsur N dan C pada senyawa NH3 dan CO2 yang dibutuhkan oleh asupan pada tanaman.

Pada sistem akuaponik, tanaman yang bisa ditumbuhkan cukup terbatas. Untuk kedalaman air yang dangkal, Anda bisa menggunakan tanaman dengan akar pendek, tetapi ketentuan tersebut tidak berlaku untuk tanaman yang berumur panjang seperti tomat.

Akuaponik menggunakan resirkulasi, yakni sistem pemanfaatan kembali air yang sudah digunakan dalam usaha budidaya ikan dengan filter biologi dan fisika berupa tanaman dan medianya. Sederhananya, air yang berasal dari wadah pemeliharaan ikan akan dialiri dengan pompa air ke filter yang berfungsi sebagai tempat untuk menanam tanaman. Selanjutnya, air akan kembali ke dalam kolam dalam keadaan yang lebih baik.

Proses resirkulasi akan berlangsung secara terus-menerus. Penambahan air dari luar hanya dilakukan untuk menjaga ketinggian air agar tidak berkurang. Hasil integrasi antara ikan dan tanaman dapat meningkatkan keragaman dan hasil panen.

Sumber : https://www.pertanianku.com/teori-dasar-akuaponik-yang-perlu-dipahami/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya