Unggulan

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Sosialisasi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya === Bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal. Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Drs. H. Adang Mulyana,M.M., dan didampingi oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ir. Enung Nurteti, M.P., dan juga dihadiri oleh Koordinator Fungsional, Ketua Dharmawanita DKP3 Kota Tasikmalaya, Ketua Tim Penggerak PKK Tingkat Kecamatan, Tim Juri Lomba B2SA, Semua Kepala BPP Kota Tasikmalaya, Ketua Kelompok Tani/Kelompok Wanita Tani Se-Kota Tasikmalaya. Kegiatan Sosialisasi ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan narasumber yang bernama Ibu Yayuk Farida. Kamis, 11 November 2021

Pangan adalah Kebutuhan dasar manusia paling utama yang harus dipenuhi masyarakat dan pemerintah, karena itu pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak asasi setiap perseorangan. Hal ini sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Selanjutnya, kebijakan mengenai Ketahanan Pangan merupakan prinsip yang mendasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. kebijakan tersebut sangan tergantung dari kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan dan menggunakan pangan sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat. Pangan merupakan kebutuhan dasar yang permintaannya terus meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk Kota Tasikmalaya yang berjumlah 722.754 jiwa.

Setiap individu membutuhkan energi yang cukup untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Energi tersebut bisa kita dapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Setiap produk pangan memiliki berbagai komponen gizi yang terkandung di dalamnya. Komponen gizi tersebut dibutuhkan oleh tubuh setiap individu dalam jumlah tertentu. Karena kebutuhan tubuh setiap individu akan komponen Gizi berbeda, maka sekarang kita mengenal istilah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B3SA). Pangan Beragam dan Bergizi artinya terdapat lebih dari satu macam jenis pangan dalam piring sekali makan sehingga dapat memenuhi komponen gizi secara lengkap. Seimbang artinya pangan mengandung komponen-komponen yang cukup secara kuantitas, kualitas dan mengandung berbagai zat gizi ( Karbohidrat, Lemak, Protein, Vitamin, dan Mineral ) yang diperlukan tubuh. Terkahir, komponen yang tidak kalah penting dari produk pangan adalah aspek keamanannya. Suatu produk pangan yang aman harus bebas dari pencemaranan secara fisik, kimia, dan mikrobiologi. Keamanan dari setiap makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan agar terhindar dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan pada suatu produk pangan.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2009 tentang percepatan penganekaragaman konsumsi pangan yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2009 tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan yang merupakan upaya untuk memantapkan atau membudidayakan pola konsumsi pangan beranekaragam dan seimbang serta aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif.

Adapun permasalahan utama dalam penganekaragaman pangan adalah belum tercapainya skor mutu pangan beragam dan konsumsi gizi sesuai dengan harapan dan adanya kecenderungan penurunan proporsi konsumsi berbasis sumber daya lokal sayuran dan buah-buahan serta kacang-kacangan masih sangat rendah, hal ini berimplikasi pada skor keragaman Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Tasikmalaya yang pada Tahun 2020 mencapai nilai 91,6 yang mana skor ini perlu dipertahankan bahkan harus ditingkatkan sampai mendapatkan nilai 100 sampai dengan tahun 2024.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan B2SA pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya yaitu diantaranya :

  1. Sosialisasi Penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal;
  2. Kegiatan pekarangan pangan lestari di lokasi stunting melalui Kelompok Tani / Kelompok Wanita Tani;
  3. Lomba cipta menu antar KWT tingkat Kota Tasikmalaya 2021.

Lomba tersebut dimaksudkan agar setiap individu bertanggungjawab dalam menentukan, menyediakan dan menyajikan menu keluarga yang Beragam, Bergizi,  Seimbang dan Aman (B2SA). Adapun peserta lombanya yaitu perwakilan dari masing-masing KWT per Kecamatan.

 

 

 

 

 

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya