Rakor 1

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Rapat Bulanan “Pembinaan Penyuluh Pertanian”

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan === Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya pada Hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 mulai dari pukul 09.00 s.d 12.00. Dihadiri oleh seluruh Penyuluh Pertanian di Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Kasubag PEP dan Kasie Sarana dan Prasarana Pertanian dengan jumlah peserta rapat sebanyak 70 orang.

Materi yang disampaikan adalah langsung dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya yaitu : Sebagai salah satu tim gugus Covid-19 perlu dilaporkan bahwa 1. Kota Tasikmalaya kembali lagi ke Zona kuning dan sekarang masuk ke zona orange.  Hal ini disebabkan oleh adanya kasus di cluster pesantren.  Pada Hari Senin, 12 Oktober 2020 sudah 50 orang dikembalikan ke rumah masin-masing.  Sedangkan kasus aktif total berjumlah 196 orang dengan rincian 48 orang dirawat di RSUD, 4 orang di TMC, 1 orang di RS Jasa Kartini.

Isolasi secara mandiri di luar rumah sakit 49 orang di Pesantren As-Sunah dan 23 orang isolasi mandiri di rumah.  Transmisi lokal terjadi meskipun orang tersebut tidak ke luar kota tapi keluar rumah seperti ke warung atau ke tetangga dan memegang sesuatu yang diindikasi ada virusnya. Dari cluster kesehatan ada 45 orang dimana di RSUD ada 9 orang, TMC 1 orang dan PKM Urug 1 orang.  Yang  terpenting yang harus dilakukan adalah 1. Selalu memakai masker 2. Cuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun dan 3. Selalu menjaga jarak.  Kegiatan atau rapat yang dilaksanakan di ruangan maksimal 50 orang di luar ruangan 200 orang dengan lama rapat maksimal 2 jam.

Di masa Covid ini pada Bulan Juli 2020 belum deflasi masih inflasi 0,13.  Pada Bulan Agustus deflasi -0,27 dan Bulan September -0,03. Tapi pada Triwulan III Kota Tasikmalaya pertumbuhan ekonominya juga ikut terkontraksi sebesar -3,65 dan sector pertanian juga ikut terkontraksi juga.  Sesuai arahan maka 1. Meningkatkan produksi dan produktifitas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.  2. Mempertahankan luas lahan pertanian.  3. Mempertahankan dan meningkatkan populasi ternak dan ikan.

Dilanjutkan dengan pembinaan kepegawaian bagi seluruh penyuluh pertanian di lingkup Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya.  Penyuluh sebagai garda terdepan dinas harus mampu menjadi mata dinas dalam hal mengidentifikasi potensi wilayahnya masing-masing, menggali permasalahan yang ada serta mampu memberikan solusi bagi para petani untuk meningkatkan produksi dan produktifitas.  Selain memiliki kemampuan secara intelektual para penyuluh juga harus memiliki atitut yang baik di mata para petani dan masyarakat luas.  Karena segara pemerintah sedang menggalakan trend Sumber Daya Manusia Unggul, maka Petani Unggul.

Dilanjutkan dengan diskusi dan masukan dari 4 BPP yang mencakup permasalahan pemasaran produk pertanian dan Sumber Daya Manusia.  Hasil diskusi untuk Bidang pemasaran adalah : Membuat SOP yang jelas mulai benih, pupuk, dll. Contoh untuk komoditas hortikultura sehingga hasil produk pertanian yang diperoleh berkualiatas.  Mengurangi keterikatan dengan tengkulak melalui penyediaan kredit usaha rakyat (KUR) Pertanian.  Pemberdayaan Gedung Lumbung yang ada di wilayan BPP. Melaksanakan kegiatan pasar tani tingkat kecamatan (secara rutin), sehingga petani bisa menjual hasil pertanian langsung ke masyarakat.  Terbentukan asosiasi pemasaran hasil pertanian di tiap kecamatan.  Mengaktifkan kembali himpunan usaha gapoktan (HUG) per Kecamatan.  Perlu adanya Perwalkot/aturan kebijakan mengenai subsidi produk hasil pertanian.  Adanya terbentuk BUMD/ Badan Usaha Milik Daerah tingkat Kota untuk menampung hasil pertanian/stasiun agrobisnis di tingkat kota.  Sewa jongko di pasar cikurubuk.  Melakukan pendataan hasil pertanian, Pemasaran online dan Kewajiban pegawai untuk membeli hasil pertanian.  Peningkatan nilai tambah produk pertanian untuk bersaing.

Sedangkan untuk Sumber Daya Manusia adalah : Mesosialisasikan sektor pertanian kepada pemuda agar dapat menyukai pertanian.  Mengoptimalkan para Taruna Tani melalui Agribisnis.  Diperbanyak diklat/pelatihan untuk petani milenial.   Membuat kebun contohnya di tingkat kelurahan agar petani muda tertarik.  Perlu kaderisasi/regenerasi tenaga kerja di setiap kelompok tani.  Perlu adanya pelatihan bagi petani muda (kewirausahaan), Kepemimpinan (leadership) dan kelembagaan petani  Adanya demplot komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di tingkat BPP.  Dilakukan pelatihan teknis dan manajemen petani milenial.  Peningkatan provitas laku pada petani milenial.  Prioritas untuk petani milenial diarahkan ke offfarm.  Diadakan kegiatan lomba-lomba/kompetensi untuk para petani milenial dibidang pertanian.  Penggunaan atau pengolahan teknologi budidaya yang konvensional kearah teknologi yang lebih maju.  Para petani (semua) perlu ditingkatkan PSK nya melalui pelatihan-pelatihan pengolahan hasil, magang. Regulasi dari pemerintah tentang permodalan.

 

 

 

 

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya