pemeriksaan hewan qurban - photo Unggulan

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Pemeriksaan Kesehatan Ante Mortem Hewan Qurban

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan – Menjelang Persiapan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 H, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya khususnya Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melaksanakan kegiatan -kegiatan mulai dari Sosialisasi, Pengawasan dan sampai ke Pemeriksaan Kesehatan Ante Mortem Hewan Qurban di tempat penjualan hewan qurban yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya. Rabu, 07 Juli 2021

Maksud dari Pemeriksaan Kesehatan Ante Mortem tersebut merupakan pemeriksaan kesehatan hewan dan unggas potong sebelum disembelih dan juga agar ternak yang akan disembelih hanyalah ternak sehat, normal dan memenuhi syarat, sebaliknya, ternak yang sakit sebaiknya tidak dipotong. Tujuan pemeriksaan ante-mortem agar daging dan jeroan yang akan dikonsumsi masyarakat adalah daging yang benar-benar sehat dan berkualitas (Suardana dan Swacita, 2009). Khusus untuk pemotongan ternak sapi, selain kondisinya harus sehat dan normal, juga harus memenuhi syarat tertentu. Dipenuhinya syarat disini dimaksudkan agar ternak sapi yang akan dipotong agar tidak melanggar peraturan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Peraturan yang mengatur tentang
pemotongan ternak antara lain : 1). Staatblad No.614 tahun 1936 tentang pemotongan ternak besar betina bertanduk. Inti dari peraturan pemerintah ini adalah ternak besar betina bertanduk, yaitu sapi dan kerbau betina dilarang untuk dipotong, kecuali sudah diafkir karena alasan : 1). Sudah berumur di atas 8 tahun (tua), 2). Warna bulunya menyimpang, 3). Mengalami kecelakaan (patah tulang), 4). Mengalami majir (mandul), 5). Sudah beranak lebih dari 5 kali, 6). Eksteriurnya jelek. Peraturan lainnya adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertanian Nomor 18/1979 dan Nomor 05/Ins/Um/3/1979 tentang Pelarangan pemotongan ternak sapi/kerbau betina bunting dan atau sapi/kerbau betina bibit, dan Instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkai I Bali tanggal 1
Oktober 1980 tentang Pelarangan dan pencegahan pemotongan ternak sapi/kerbau betina bunting dan atau sapi/kerbau betina bibit (Arka dkk., 1983).

Menurut Direktorat Kesmavet (2005), tujuan dari pemeriksaaan Ante Mortem adalah :
1. Mencegah pemotongan hewan yang secara nyata menunjukkan gejala klinis penyakit hewan menular dan zoonosis atau tanda-tanda yang menyimpang,
2. Mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk keperluan pemeriksaan post-mortem dan penelurusan penyakit di daerah asal ternak,
3. Mencegah kontaminasi dari hewan atau bagian-bagian hewan yang menderita penyakit kepada petugas, peralatan RPH, dan lingkungan,
4. Menentukan status hewan dapat dipotong, ditunda atau tidak boleh dipotong,
5. Mencegah pemotongan ternak betina bertanduk produktif.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan Ante Mortem ini dilaksanakan mulai dari tanggal 05 Juli s/d 20 Juli 2021 yang bertujuan untuk memonitoring kesehatan hewan, apakah layak atau tidaknya hewan tersebut untuk dijadikan hewan qurban dan kegiatan tersebut juga mensosialisasikan kepada masyarakat dalam pelaksanaan Qurban dalam situasi pandemi Covid – 19 ini harus tetap menjalankan dan patuh terhadap peraturan sesuai dengan protokol kesehatan yang masih tetap berlaku. Dan juga selama kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan qurban tersebut tetap menjalankan Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, mulai dari mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, memakai masker dan juga tidak berkerumun.

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya