Pakan Itik

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Pakan Itik

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Pakan merupakan salah satu komponen penting dalam industri perunggasan termasuk pada usaha budidaya itik. Mengapa pemberian pakan pada itik perlu dibahas? Hal ini karena pengeluaran biaya terbesar dari usaha pemeliharaan berasal dari biaya pembelian pakan, yaitu sekitar 70-85%. Jadi, jika jumlah pemberian, kualitas, serta teknik pemberian pakan tidak diperhatikan oleh peternak, maka target performa tidak akan tercapai hingga peternak bisa menderita kerugian ekonomi.

a. Sistem Pencernaan Itik

Ternak unggas mempunyai saluran pencernaan yang sederhana, yaitu terdiri dari rongga mulut, esophagus, tembolok, proventriculus, gizzard usus halus, caeca, usus besar, dan kloaka (Abun 2007 ; Hamzah, 2013). Menurut Denbow (2000) proses pencernaan kimiawi berlangsung pada usus halus.

b. Bahan Pakan Alternatif untuk Itik

Pakan merupakan faktor utama dalam kegiatan bud daya ternak.  Pada usaha ternak unggas alokasi biaya operasional produksi bisa mencapai 70%.  Harga pakan kerap menimbulkan permasalahan karena, biaya yang dikeluarkan untuk pakan sering kali tidak sebanding dengan produksi yang diahsilkan, karena peterna menjadi merugi.  Hal ini karena harga pakan yang mahal.  Oleh karena itu dibutuhkan pakan alternatif untuk menanggulangi tingginya harga pakan tersebut. Sebetulnya banyak sekali sumber daya bahan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan unggas.

Sebagai contoh bahan pakan lokal alternatif adalah :

  1. Sumber energi : dedak jagung, saparator limbah cair ampas kecap, eceng gondok, dedak padi.
  2. Sumber protein : Kayambang, magot.

c. Contoh Formula Pakan Itik Sederhana

Untuk membuat formula pakan sederhana biasanya dijadikan sebagai patokan adalah kandungan protein dari standar dan hana pakan.  Sebagai contoh untuk pakan itik petelur masa produksi, dalam SNI ditetapkan protein pakan adalah sebesar 17 %.  Untuk membuat pakan dengan bahan pakan lokal utuh biasanya agak sulit, namun setelah dtemukan sumber pakan alternatif dengan protein yang tinggi namun dengan harga murah maka hal ini tidak menjadi masalah.  Namun yang harus diperhatikan adalah faktor pembatas pada setiap bahan pakan.  Namun ntuk keterbatasan dalam pengolahan bahan pakan alternatif, untuk mendapatkan pakan yang berkualitas dan murah kita dapat mencampur pakan pabrikan dengan bahan pakan alternatif.

Sebagai contoh, kita bisa mencapur dedak, konsentrat ayam petelur masa produksi, dan eceng gondok, serta kapur/tepung batu.  Untuk mengurangi kadar serat dan meningkatkan protein dari eceng gondok dapat dilakukan fermentasi terhadap pakan tersebut dengan menambahkan probiotik.  Campuran pakan tersebut sudah diaplikasikan dapat menghasilkan telur itik yang besar dan bisa ditetaskan.

Konsumsi Bebek Peking

Umur

Bobot Badan Konsumsi Mingguan Konsumsi Total
Jantan Betina Jantan Betina Jantan

Betina

0

0,06 0,06 0 0 0 0

1

0,27 0,27 0,22 0,22 0,22 0,22

2

0,78 0,74 0,77 0,73 0,99 0,95

3

1,38 1,28 1,11 1,11 2,11 2,05

4

1,96 1,82 1,28 1,28 3,4 3,33

5

2,49 2,3 1,48 1,43 4,87 4,76

6

2,96 2,73 1,63 1,59 6,5 6,35

7

3,34 3,06 1,68 1,63 8,18 7,98

8

3,61 3,29 1,68 1,63 9,86 9,61

Dalam SNI telah ditetapkan standar pakan untuk tik pada beberapa fase pertumbuhan untuk itik petelur.

tabel-pakan

Sumber : http://dkpp.jabarprov.go.id/post/691/pakan-itik

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya