Domba

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Model Kandang Kambing yang Umum Digunakan

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Model kandang kambing juga dapat menentukan keberhasilan usaha ternak kambing. Kondisi kandang yang tidak tepat dapat membuat anak kambing mati terinjak oleh induk atau kambing lainnya. Selain itu, kambing bisa mengalami kecacatan karena kaki-kakinya terjepit di sela-sela kandang. Kedua kasus tadi hanya contoh dari beberapa efek kondisi kandang kambing yang tidak bagus.

Ada banyak faktor yang perlu Anda perhatikan saat ingin membuat kandang, mulai dari lokasi tempat, segmentasi usaha yang akan dijalankan, hingga model kandang yang akan digunakan. Di Indonesia terdapat dua model kandang kambing yang umum digunakan, yaitu kandang panggung dan lemprak.

Kandang panggung

Kandang panggung merupakan kandang yang konstruksi lantainya dibuat menjadi sistem panggung. Model kandang ini memiliki kolong yang bermanfaat untuk menampung kotoran yang terkumpul di bawah lantai. Kolong tersebut dibuat berlubang atau digali lebih rendah dari permukaan tanah sehingga kotoran yang jatuh ke kolong tidak berceceran ke luar kolong.

Bagian lantai kandang terbuat dari kayu atau bambu yang sudah diawetkan sehingga tahan lama atau tidak mudah lapuk. Celah lantai dibuat sebesar 1,5–2 cm agar kotoran dapat terjatuh ke kolong, tetapi tidak menyebabkan kaki kambing terperosok ke dalam celah tersebut.

Dinding kandang dibuat rapat setinggi 70–80 cm untuk melindungi ternak dari angin kencang. Di bagian dinding atas kandang dibuat bercelah agar udara agar bisa keluar-masuk dengan lancar dan sinar matahari pagi masuk ke kandang.

Tinggi panggung biasanya dibuat minimal 50–70 cm. Tinggi ruang kandang dari bagian alas kandang hingga atap kurang lebih 2 m. Lubang untuk masuk kepala kambing dibuat seluas 20–25 cm dan palung pakan harus dibuat rapat agar bahan pakan tidak tercecer.

Kandang panggung dibuat bersekat secara individu untuk memelihara kambing yang akan digemukkan. Biasanya, penyekatan kandang dilakukan dengan ukuran 50 cm × 120 cm per ekor. Kandang yang disekat dilengkapi dengan tempat pakan dan minum.

Kandang lemprak

Kandang lemprak sering digunakan untuk usaha kambing kereman. Model kandang ini tidak dilengkapi dengan alas kayu. Di dalam kandang, kotoran dan sisa pakan hijau berserakan di atas lantai. Pemberian pakan yang berlebihan akan membuat kotoran yang dihasilkan menjadi banyak. Kandang akan dibongkar setelah 3–6 bulan pemeliharaan.

Sumber : https://www.pertanianku.com/model-kandang-kambing-yang-umum-digunakan-di-indonesia/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya