Ikan Mujair (1)

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Menelisik Langkah-langkah Pembesaran Ikan Mujair

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Mujair (Oreochromis mossambicus) sudah dikenal oleh masyarakat karena cita rasanya yang lezat. Tubuh ikan mujair dipenuhi oleh sisik berwarna hitam dengan mata yang agak menonjol. Ukuran tubuhnya tidak begitu besar, tetapi ikan air tawar ini mudah tumbuh dan berkembang biak apabila jumlah pakannya cukup. Banyaknya peminat terhadap ikan ini menyebabkan pembesaran ikan mujair telah menjadi bidang usaha yang berpotensial.

Pembesaran ikan mujair bisa dilakukan di air tawar hingga air payau pada ketinggian 0—1.000 m dpl. Suhu yang bagus bagi ikan mujair adalah 25—30°C. Berikut ini langkah-langkah pembesaran ikan mujair.

Penebaran benih

Ikan mujair sangat mudah kawin sehingga tidak ada perlakuan khusus untuk membenihkan. Anda juga bisa memenuhi kebutuhan benih mujair sendiri dengan hanya memelihara mujair dewasa jantan dan betina. Proses pemijahan akan terjadi dengan sendirinya hingga menghasilkan benih-benih mujair. Tidak ada patokan khusus mengenai kepadatan tebar benih ikan mujair. Namun, Anda bisa mengikuti aturan standar kepadatan pada budidaya ikan nila. Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Dengan perawatan yang baik, benih mujair sudah bisa dipanen setelah tiga bulan. Biasanya, untuk mendapatkan benih selanjutnya, pembudidaya perlu menyisakan beberapa mujair dewasa jantan dan betina setelah panen. Setelah beberapa hari, mujair tersebut akan memijah kembali.

Pemberian pakan

Mujair termasuk ikan omnivora sehingga Anda tidak begitu sulit menyediakan kebutuhan pakannya. Benih mujair diberikan pakan plankton atau hewan renik. Setelah tumbuh dewasa, mujair akan memakan lumut-lumutan, daun-daunan, serangga kecil, cacing, atau ikan kecil.

Mujair yang dibudidayakan tidak dianjurkan untuk diberikan akan pelet buatan pabrik. Hal ini karena mujair termasuk hewan rakus sehingga kebiasaan tersebut bisa menyebabkan biaya produksi menjadi lebih tinggi.

Untuk menyiasati harga pakan yang tinggi, pembudidaya bisa memanfaatkan pakan alami atau pakan yang berasal dari sisa rumah tangga, seperti daun kangkung, kubis, atau wortel. Pakan buatan hanya digunakan sebagai pakan tambahan.

Pakan untuk benih mujair diberikan sebanyak 10—20 persen dari berat biomassa, sedangkan mujair dewasa membutuhkan pakan sebanyak 5 persen dari biomassa.

Pemeliharaan

Pemeliharaan selama masa pembesaran ikan mujair umumnya hanya berupa penambahan volume air kolam yang berkurang dan mengganti 20—30 persen air media setiap dua sampai tiga kali sehari dengan air yang segar. Selanjutnya, perlu dilakukan penyiponan untuk membersihkan sisa produksi di dasar kolam.

Sumber : https://www.pertanianku.com/menelisik-langkah-langkah-pembesaran-ikan-mujair/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya