Komposter

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Membuat Pupuk dengan Komposter? Waspadai Hal Ini!

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Komposter merupakan alat pembuat kompos yang terbuat dari tong plastik atau kotak semen yang dimodifikasi dan diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Komposter ada yang dibuat menjadi aerob dan anaerob. Kedua jenis komposter tersebut berbeda dan harus disesuaikan dengan bahan organik yang sedang dikomposkan.

Komposter cukup efektif untuk membuat kompos, apalagi saat ini ukurannya bervariasi, mulai dari 20 liter hingga 220 liter. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda waspadai ketika sedang menggunakan komposter, simak ulasan berikut.

Bahan tidak terdekomposisi

Proses pengomposan di dalam alat ini bisa tidak berjalan lancar. Biasanya karena kandungan nitrogen yang sedikit, kurang oksigen, dan kondisinya kurang lembap. Nitrogen bisa didapatkan dari sampah-sampah rumput. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan di dalam bahan organik yang digunakan terdapat sampah rumput.

Kandungan oksigen di dalam komposter dapat disuplai dengan pengadukan yang dilakukan secara rutin. Sementara itu, untuk tingkat kelembapan, Anda bisa menambahkan air secukupnya agar bahan tampak lebih lembap.

Rumput atau daun kering tidak terdekomposisi

Apabila hasil pengomposan tidak sempurna karena rumput atau daun kering tidak terdekomposisi, sebaiknya tambahkan lapisan bahan yang sama. Apabila hanya satu macam bahan yang digunakan, bahan tersebut tidak bisa menunjang penyediaan nutrien untuk pertumbuhan mikroba di dalam komposter.

Banyak larva dan lalat

Proses pengomposan bisa mengundang lalat dan larvanya. Tentunya, hal ini bisa menimbulkan dampak yang kurang baik untuk kesehatan. Untuk mencegah kedatangan larva dan lalat, Anda perlu mengatur kelembapan dengan menambahkan bahan kering atau abu. Selain itu, letakkan alat pembuat kompos di area yang terkena sinar matahari untuk mematikan larva.

Mengeluarkan aroma bau yang kurang enak

Aroma bau yang keluar dari dekomposer bisa diredam dengan bahan-bahan lain, seperti daun, jerami, dan kertas. Aroma tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya komponen karbon.

Banyak tikus

Tikus biasanya datang karena ada sumber makanan. Oleh karena itu, gunakan bahan yang tepat untuk dikomposkan. Letakkan komposter di tempat yang aman dari jangkauan tikus.

Memancing kelabang dan serangga

Komposter memang lazim memancing kelabang dan serangga. Anda bisa mengantisipasi hal ini dengan menggunakan komposter yang berkualitas. Komposter dengan desain yang tepat tidak akan mengundang kecoa, kelabang, dan kutu.

Sumber : https://www.pertanianku.com/membuat-pupuk-dengan-komposter-waspadai-hal-ini/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya