Memahami-Cara-Pemijahan-Alami-Ikan-Lele

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Memahami Cara Pemijahan Alami Ikan Lele

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Ikan lele termasuk ikan yang mudah dipijahkan ketika kedua induk sudah matang gonad dan disatukan dalam wadah tertentu. Ada beberapa metode pemijahan untuk ikan lele, yakni alami, semialami, dan buatan. Ketiga metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pemijahan alami ikan lele dianggap lebih sederhana karena prosesnya cukup mudah dijalankan.

Proses pemijahan alami ikan lele dilakukan dengan cara tidak memaksa induk mengeluarkan telurnya. Pada metode ini sangat memperhatikan kesiapan induk untuk memijah agar ketika induk disatukan akan terjadi pemijahan.

Pemijahan alami bisa berlangsung bila induk sudah matang gonad sampai TKG (Tingkat Kematangan Gonad) 3 atau 4, induk diberi pakan alami sebagai tambahan, semua sarana sudah disiapkan dengan baik, induk tidak terlalu sering digunakan untuk memijah, perbandingan antara induk jantan dan betina 1:1 atau 1:2, serta bobot induk jantan sebaiknya sama dengan induk betina atau setidaknya selisih bobot tidak lebih dari 300 gram.

Berikut ini langkah-langkah pemijahan alami yang dapat Anda ikuti.

  • Alirkan air ke dalam kolam pemijahan berukuran 2 m × 1 m hingga ketinggian air mencapai 30–40 cm. Air yang digunakan dalam kondisi bening dan diendapkan terlebih dahulu selama satu hari.
  • Pasang kakaban sesuai dengan kapasitas kolam. Susun kakaban dengan rapi dan tindih dengan batu agar kakaban tidak mengapung.
  • Masukkan induk jantan dan betina ke kolam.
  • Tutup kolam dengan paranet agar induk tidak melompat keluar kolam.
  • Keesokan harinya, proses pemijahan yang berlangsung ditandai dengan adanya telur-telur yang menempel pada kakaban.
  • Pindahkan induk ke dalam kolam pemeliharaan.
  • Pindahkan kakaban dengan cara dibalik (bagian atas saat di kolam pemijahan dibalik menjadi bagian bawah di kolam penetasan) ke kolam penetasan yang sudah diisi air sehari sebelumnya. Ketinggian air kolam yang dibutuhkan sekitar 15 cm.
  • Satu hari berikutnya telur sudah mulai menetas.

Hasil pemijahan alami lebih sering tidak sebanyak pemijahan semi alami dan buatan. Apalagi, jika pemijahan dilakukan oleh pemula, terkadang proses pemijahan sering mengalami kegagalan. Namun, Anda bisa memaksimalkan hasil pemijahan dengan melakukan prosedur pemijahan dengan benar dan memberikan hormon perangsang.

Sumber : https://www.pertanianku.com/memahami-cara-pemijahan-alami-ikan-lele/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya