Petani dan Jerami - Unggulan

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

LIMBAH JERAMI PADI UNTUK PAKAN TERNAK

Artikel DKP3 Kota Tasikmalaya 

KUPAS TUNTAS LIMBAH JERAMI PADI UNTUK PAKAN TERNAK
Oleh Siti Rochani, S.Pt.,MM.
Widyaiswara Ahli Madya

 

Telah kita ketahui bahwa jerami padi merupakan produk samping tanaman padi yang tersedia dalam jumlah relatif banyak. Ketersediaan jerami padi yang cukup melimpah merupakan peluang untuk dimanfaatkan sebagai pakan sumber energi bagi ternak ruminansia.  Yang dijadikan pakan ternak pada jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang setelah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelah disabit.

Jerami padi di Indonesia 36 – 62 % dibakar atau dikembalikan ke tanah sebagai kompos, untuk pakan ternak berkisar 31 – 39 %, sedangkan sisanya 7 – 16 % digunakan untuk keperluan industry. Beberapa jenis jerami padi setiap tahunnya tersedia dalam jumlah yang cukup berlimpah setelah panen dilaksanakan. Tetapi jerami padi ini miskin akan kandungan zat gizi, tercermin dengan rendahnya daya cerna, kandungan serat kasar tinggi, dan sangat rendah protein.

Sifat dari jerami padi memiliki beberapa kandungan serat kasar yang tinggi, kurang palatabel, dan sifat amba yang tinggi. Menurut penelitian jerami padi mengandung 84,22% bahan kering (BK), 4,60% protein kasar (PK), 28,86% serat kasar (SK), 1,52% lemak kasar (LK), 50,80% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Tingginya kandungan lignin dan silika pada jerami padi menyebabkan daya cernanya menjadi rendah dan mempunyai kandungan mencapai 7,46% dan 11,45%. Kandungan nutrisi jerami padi berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh umur panen, jenis padi serta lokasi.

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kandungan nutrisi jerami padi sangat rendah. Maka dari itu sebelum jerami padi diberikan kepada ternak sebaiknya dilakukan proses fermentasi terlebih dahulu. Proses fermentasi jerami padi dengan menggunakan urea dan probiotik yang diperam selama 21 hari. yang dikembangkan oleh Haryanto (2003) yaitu dengan menggunakan 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea dengan 1000 kg dan diperam selama 21 hari mampu meningkatkan kandungan protein kasar dari 3% menjadi 7% dan meningkatkan daya cerna dari 28-30% menjadi 50-55%. Ditambahkan oleh Utomo (2004) jerami padi hasil fermentasi mengandung PK sebesar 7,16% lebih tinggi dari pada PK jerami padi yang tidak terfermentasi yakni 5,72%. Selama proses fermentasi telah terjadi perombakan karbohidrat terstruktur dan karbohidrat non struktur terbukti oleh turunnya kandungan SK pada jerami padi fermentasi sebesar 30,90% dari kandungan SK jerami padi tidak terfermentasi sebesar 32,56% (Utomo, 2004). Jerami padi fermentasi mengandung 79,1% BK, 7,7% PK, 32,2% SK, 2,4% LK, dan 54,6% TDN (Agus et al., 2005). Ditambahkan oleh Mahendri et al. (2006) bahwa pemberian jerami padi fermentasi yang ditambah dengan konsentrat pada sapi PO mampu meningkatkan bobot badan harian 1,02 kg/ekor/hari. Jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak pilih jerami yang baik, jangan yang teredam air.

Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia mempunyai banyak masalah dan hambatannya. Kadang-kadang jerami dipanen terlalu basah hingga perlu dilakukan pengawetan agar dapat bertahan lama. Jerami padi segar sesungguhnya mempunyai potensi energi yang tinggi tetapi potensi ini tidak dapat dimanfaatkan seluruhnya karena dihambat oleh ikatan lignin, silika, dan kutin yang merupakan faktor penyebab rendahnya daya cerna.

Daya cerna jerami yang rendah ini dapat ditingkatkan melalui pengolahan secara kimia dengan alkali, antara lain dengan menggunakan NaOH, kapur, ataupun urea. Prinsip daya kerja alkali terhadap jerami adalah : (1) memutuskan sebagian ikatan antara selulosa dan hemiselulosa dengan lignin dan silika, (2) “esterifikasi” gugus asetil dengan membentuk asam uronat, dan (3) merombak struktur dinding sel, melalui pengembangan jaringan serat, yang pada gilirannya memudahkan penetrasi molekul enzim mikroorganisme (Komar, 1984).

Pengolahan jerami padi dengan urea ternyata dapat meningkatkan kadar protein kasar (N x 6,25) jerami antara 1,5 sampai 9 satuan persen dan meningkatkan daya cernanya sebanyak 10 – 15 satuan persen.

Sumber:

Abdulah Fathul Alim dkk.,2002. Produksi dan Pemanfaatan Hijauan pada Buku Petunjuk Teknologi Sapi Perah Di Indonesia, soni sugema, Bandung

Antonius. 2009. Potensi Jerami Padi Hasil Fermentasi Probion Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Sapi Simmental. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner. Loka Penelitian Kambing Potong, Po Box 1 Sei Putih, Galang 20585, Sumatera Utara.

Sarwono, B Dan H.B. Arianto.2003. Penggemukan Sapi Potong Secara Cepat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Widodo, F. Wahyono, Dan Sutrisno. 2012. Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Produksi Vfa Dan Nh3 Pakan Komplit Dengan Level Jerami Padi Berbeda Secara In Vitro. Indonesian Jurnal Of Food Technology Vol. 1 No.1. Fakultas Peternakan Dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang.

Yunilas. 2009. Bioteknologi Jerami Padi Melalui Fermentasi Sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Karya Ilmiah. Fakultas Pertaian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sumber Artikel : http://dkpp.jabarprov.go.id/post/603/kupas-tuntas-limbah-jerami-padi-untuk-pakan-ternak

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya