????????????????????????

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Kriteria Pakan yang Bagus untuk Ikan Nila

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Budidaya ikan nila merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan bila dijalankan dengan strategi yang tepat. Strategi tersebut meliputi cara budidaya sampai pemasaran. Salah satu elemen penting yang perlu Anda perhatikan adalah pakan. Pakan menjadi kebutuhan utama yang perlu dipenuhi tiap hari. Selain tepat jumlah, kualitas pakan ikan nila juga harus tepat.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi Anda adalah kandungan protein dan nilai energi di dalam pakan. Jumlah protein optimum yang diperlukan oleh nila sekitar 8,3–9,3 kkal per gram protein kasar. Pertumbuhan maksimum dapat dicapai oleh nila melalui pakan dengan kadar protein 35–50 persen.

Namun, pakan dengan kadar protein tersebut terbilang cukup mahal. Akan lebih ekonomis bila pakan yang digunakan mengandung protein sebanyak 25–35 persen. Pakan ini cukup untuk mendukung pertumbuhan benih ikan nila sampai ke ukuran ekonomi.

Kualitas protein dalam pakan nila bergantung pada kombinasi asam amino yang menyusun protein. Ikan nila memerlukan 10 jenis asam amino esensial. Keberadaannya harus cukup karena ikan tidak mampu mensintesisnya.

Protein dari tanaman umumnya tidak mengandung dua asam amino esensial yang dibutuhkan ikan, yakni lisin dan metionin. Padahal, untuk pertumbuhan optimal ikan nila, dibutuhkan jumlah lisin sekitar 5 persen dan 3 persen metionin + sistein. Defisiensi asam amino ini dapat dipenuhi dari tepung ikan, daging, dan tepung tulang yang umumnya menyusun 7–15 persen pakan untuk produksi pakan nila komersial.

Kebutuhan asam amino juga bisa dipenuhi oleh kacang kedelai meskipun kacang ini memiliki metionin + sistein yang sedikit. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan biji bunga matahari dan kacang tanah. Namun, kedua bahan ini punya kelemahan, seperti adanya zat antinutrisi dan zat beracun. Namun, zat beracun tersebut tidak begitu berbahaya bagi ikan nila. Zat tersebut baru beracun bagi channel catfish dan ikan mas.

Energi dapat dihasilkan dari karbohidrat dan lemak. Ikan nila memiliki kesamaan dengan channel catfish dalam kemampuannya untuk mengonsumsi karbohidrat yang terkandung dalam jagung dan gandum. Namun, tingkat efisiensinya lebih tinggi dalam mencerna karbohidrat yang lebih kompleks.

Ikan nila cenderung tidak mampu mencerna selulosa. Lemak merupakan sumber energi yang tinggi dan dapat dicerna oleh nila, terutama lemak yang berasal dari minyak hewani dan minyak nabati yang memiliki sifat cair pada suhu air.

Sumber : https://www.pertanianku.com/kriteria-pakan-yang-bagus-untuk-ikan-nila/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya