????????????????

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Komposisi Pakan Sapi Potong pada Fase Breeding

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Komposisi pakan sapi potong diberikan sesuai dengan umur sapi dan tujuan pemeliharaan. Pakan saat fase breeding atau pembibitan untuk indukan betina dan jantan akan berbeda dengan pakan untuk pedet sejak dilahirkan hingga lepas sapih. Pakan menjadi salah satu pendukung keberhasilan proses pembibitan yang tengah dilakukan.

Pada fase breeding atau pembibitan, pakan utama yang perlu diberikan untuk induk sapi adalah hijauan. Pakan hijauan segar dengan serat basah sepert rumput segar diberikan sebanyak 10 persen dari bobot tubuh, sedangkan hijauan serat kering seperti jerami diberikan sebanyak 3 persen.

Pada periode breeding kedua, induk sapi bisa berada pada posisi hamil sekaligus menyusui. Saat itu induk membutuhkan pakan tambahan karena adanya beban kebutuhan nutrisi untuk dirinya sendiri, untuk janin, dan untuk pedet yang tengah menyusu.

Ketika periode menyusui dan hamil terjadi secara bersamaan, Anda harus memerhatikan kuantitas pakan hijauan karena jumlahnya perlu ditingkatkan. Selain itu, induk juga perlu diberikan pakan penguat berupa konsentrat sebanyak 2 persen dari bobot indukan. Jumlah pakan tersebut tetap diberikan pada induk hingga pedet yang menyusu sudah memasuki masa lepas sapih.

Setelah pedet berhenti menyusu, jumlah konsentrat yang diberikan dikurangi menjadi ½ persen dari bobot tubuh. Sementara itu, serat basah tetap diberikan maksimal 10 persen dari bobot tubuh atau serat kering sebanyak 3 persen dari bobot tubuh.

Pakan sapi potong pada fase breeding perlu diberikan dua kali sehari sehingga satu kali pemberian pakan diberikan sebanyak ½ dari kebutuhannya dalam sehari. Pakan diberikan pada tempat pakan yang sudah disediakan.

Hijauan yang akan diberikan bisa dilayukan terlebih dahulu, dipotong kecil-kecil, atau diberikan dalam bentuk olahan berupa hay ataupun silase. Olahan hay dan silase merupakan solusi untuk mengatasi masalah ketersediaan pakan yang sering terjadi pada musim kemarau, saat jumlah pakan hijauan menurun. Kini, banyak peternak yang mulai membuat hay dan silase pada awal masa ternak agar produksi peternakan tidak terganggu oleh masalah pakan.

Saat induk sapi bunting dan menyusui, sebaiknya berikan konsentrat terlebih dahulu, kemudian berikan pakan hijauan. Cara ini dinilai efektif membuat nutrisi di dalam pakan hijauan dicerna oleh tubuh induk.

Sumber : https://www.pertanianku.com/komposisi-pakan-sapi-potong-pada-fase-breeding/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya