apa-dampak-pencemaran-tanah-terhadap-kesehatan-1569915417

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Kesehatan Tanah untuk Produksi Maksimal

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Fungsi tanah yang sangat dikenal luas adalah mendukung produksi pangan. Ini merupakan pondasi bagi pertanian dan media dari tumbuhnya hampir seluruh tanaman penghasil pangan. Faktanya, diperkirakan bahwa 95% dari makanan kita secara langsung maupun tidak langsung diproduksi di tanah. Tanah yang sehat menyediakan nutrisi penting, air, oksigen dan menunjang akar yang dibutuhkan tanaman pangan agar dapat tumbuh dan berkembang. Tanah juga berfungsi sebagai pelindung akar tanaman yang peka terhadap perubahan temperatur yang drastis.

Kesehatan tanah didefinisikan sebagai kapasitas tanah untuk berfungsi sebagai sebuah sistem kehidupan. Tanah yang sehat mempertahankan keragaman komunitas organisme tanah yang membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman meminimalisir infestasi gulma, membentuk hubungan secara simbiosis yang menguntungkan akar tanaman, mendaur ulang nutrisi penting tanaman, memperbaiki struktur tanah yang berefek positif bagi air tanah dan kapasitasnya menyimpan nutrisi, yang pada akhirnya meningkatkan produksi tanaman. Tanah yang sehat juga memberikan kontribusi untuk memitigasi perubahan iklim dengan mempertahankan atau meningkatkan kandungan karbonnya.

Berbagai ragam pendekatan di bidang pertanian mendorong pengelolaan tanah yang berkelanjutan dengan tujuan meningkatkan produktifitas, misalnya: Agroekologi, konservasi pertanian, pertanian organik, pertanian tanpa olah tanah, dan agroforestry.

1. Agroekologi

Menggunakan teori ekologi untuk mempelajari dan mengelola sistem pertanian agar keduanya semakin produktif dan lebih baik dalam mempertahankan sumber daya alam.

2. Pertanian Organik

Produksi pertanian tanpa menggunakan bahan kimia sintetis atau organisme yang dimodifikasi secara genetis, pengatur pertumbuhan dan zat tambahan pakan ternak.

3. Pertanian Konservasi

Meningkatkan kondisi tanah, mengurangi degradasi dan mendorong hasil panen di banyak tempat di dunia dengan mengikuti tiga prinsip berikut: gangguan minimal pada tanah, penutupan tanah secara permanen dan rotasi tanaman pertanian.

4. Tanpa Olah

Teknik yang mempertahankan penutup tanah organik baik yang permanen maupun yang semi permanen (misalnya tanaman yang tumbuh atau jerami atau rumput yang telah membusuk) yang menjaga tanah dari sinar matahari, hujan dan angin dan memberikan kesempatan pada mikro-organisme dan fauna tanah mengambil peranan “mengolah” dan menyeimbangkan nutrisi tanah – proses alami yang biasanya terganggu oleh pengolahan lahan dengan mesin.

5. Agroforestry

Sistem penggunaan tanah secara modern dan tradisional dimana pohon dikelola bersamaan dengan tanaman panen dan/atau sistem produksi hewan di sebuah pertanian. Kombinasi dari pohon, tanaman panen dan ternak memitigasi risiko lingkungan, membuat penutup tanah permanen terhadap erosi, meminimalisir kerusakan akibat banjir dan bertindak sebagai penampungan air, yang menguntungkan tanaman panen dan padang rumput.

Sumber : 1. FAO

                 2. https://sipindo.id/article/kesehatan-tanah-untuk-produksi-maksimal-1

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya