Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.18

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Budidaya Jambu Biji Organik

Artikel : DKP3 Kota Tasikmalaya

Jambu biji termasuk jenis buah yang dikenal masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan rasanya yang manis dan aromanya khas. Selain itu, jambu biji juga mengandung banyak nutrisi serta vitamin seperti vitamin A dan C yang cukup tinggi. Saat ini mulai banyak bermunculan jambu biji organik sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap konsumsi buah-buahan organik.

Budidaya jambu biji organik dapat menjadi peluang usaha yang berpotensial untuk terus dikembangkan. Pada dasarnya budidaya jambu biji organik tidak berbeda dengan budidaya jambu biji umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada bahan-bahan yang akan digunakan untuk merawat tanaman jambu biji agar tumbuh optimal.

Bibit jambu biji

Langkah pertama yang perlu dipersiapkan saat budidaya jambu biji organik adalah bibit jambu biji. Banyak petani budidaya jambu biji organik yang memilih cara cangkok dan okulasi dalam proses pembibitan. Jika tidak mau repot dengan proses pembibitan, Anda bisa membeli bibit tanaman hasil cangkok dan okulasi tersebut di tempat-tempat penjual bibit tanaman.

Perawatan tanaman

Selama masa budidaya, Anda tidak boleh menggunakan bahan-bahan kimia yang biasanya terdapat di dalam pupuk, pestisida, dan obat-obatan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, seperti pupuk kandang dan POC (pupuk organik cair).

Pupuk kandang yang mudah didapatkan adalah kotoran kambing. Pemberian pupuk kandang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sementara itu, pupuk cair diberikan dua minggu sekali dengan cara disiram atau disemprotkan ke tanaman.

Tentunya, kotoran kambing yang digunakan sudah melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Sementara itu, untuk POC atau pupuk organik cair, menggunakan urine sapi dan kambing. Anda bisa menghemat biaya pupuk dengan membuat pupuk sendiri apabila lokasi kebun tidak jauh dari peternakan.

Panen

Agar hasil panen maksimal, sebaiknya budidaya tidak dilakukan di lahan yang sempit. Hal ini karena semakin banyak jumlah pohon yang ditanam, akan semakin banyak pula hasil buah yang didapatkan. Saat menanam, Anda perlu memerhatikan jarak tanam antarpohon. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman jambu biji adalah 7—10 m. Itu sebabnya Anda memerlukan lahan yang cukup luas.

Harga buah jambu biji yang dibudidayakan dengan cara organik, biasanya lebih tinggi dibanding jambu biji biasa di pasaran. Ini karena selain rasanya yang lebih manis, daging buahnya juga lebih renyah dan sehat untuk dikonsumsi. Jambu biji organik juga tidak cepat busuk.

Sumber : https://www.pertanianku.com/budidaya-jambu-biji-organik/

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya