Blog_Judul-Blog-151

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Bertanam Dengan Sistem Hidroponik

Etimologi

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan airdan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.

Metode dasar

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.

Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanahadalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Sejarah

Pada mulanya, kegiatan membudidayakan tanaman yang daratan tanpa tanah ditulis pada buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon dibuat pada tahun 1627, dicetak setahun setelah kematiannya. Teknik budidaya pada air menjadi penelitian yang populer setelah itu. Pada tahun 1699, John Woodward menerbitkan percobaan budidaya air dengan spearmint. Ia menemukan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih baik dari tanaman dengan air murni.

Pada tahun 1842 telah disusun daftar sembilan elemen diyakini penting untuk pertumbuhan tanaman, dan penemuan dari ahli botani Jerman Julius von Sachs dan Wilhelm Knop, pada tahun-tahun 1859-1865, memicu pengembangan teknik budidaya tanpa tanah.[1] Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman. Dengan cepat menjadi standar penelitian dan teknik pembelajaran, dan masih banyak digunakan saat ini. Sekarang, Solution culturedianggap sebagai jenis hidroponik tanpa media tanam inert, yang merupakan media tanam yang tidak menyediakan unsur hara.

Pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution culture yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian.[2][3] Pada mulanya dia menyebutnya dengan istilah aquaculture (atau di Indonesia disebut budidaya perairan), namun kemudian mengetahui aquaculture telah diterapkan pada budidaya hewan air. Gericke menciptakan sensasi dengan menumbuhkan tomat yang menjalar setinggi duapuluh lima kaki, di halaman belakang rumahnya dengan larutan nutrien mineral selain tanah Berdasarkan analogi dengan sebutan Yunani kuno pada budi daya perairan,  ilmu budidaya bumi, Gericke menciptakan istilah hidroponik pada tahun 1937 (meskipun ia menegaskan bahwa istilah ini disarankan oleh WA Setchell, dari University of California) untuk budidaya tanaman pada air,

Pada laporan Gericke, dia mengklaim bahwa hidroponik akan merevolusi pertanian tanaman dan memicu sejumlah besar permintaan informasi lebih lanjut. Pengajuan Gericke ditolak oleh pihak universitas tentang penggunaan greenhouse dikampusnya untuk eksperimen karena skeptisme orang-orang administrasi kampus. dan ketika pihak Universitas berusaha memaksa dia untuk membeberkan resep nutrisi pertama yang dikembangkan di rumah, ia meminta tempat untuk rumah kaca dan saatnya untuk memperbaikinya menggunakan fasilitas penelitian yang sesuai. Sementara akhirnya ia diberikan tempat untuk greenhouse, Pihak Universitas menugaskan Hoagland dan Arnon untuk menyusun ulang formula Gericke, pada tahun 1940, setelah meninggalkan jabatan akademik di iklim yang tidak menguntungkan secara politik, dia menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil less Gardening.

Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu:

Budidaya tanpa tanah

Pada awalnya Gericke mendefinisikan pertumbuhan tanaman hidroponik dengan larutan nutrien mineral. Hidroponik merupakan bagian dari budidaya tanpa tanah. Banyak budidaya tanpa tanah namun dengan larutan untuk hidroponik.

Tanaman yang tidak ditumbuhkan dengan cara pada umumnya, akan dapat untuk tumbuh menggunakan sistem lingkungan yang dapat dikendalikan seperti hidroponik. Tampaknya NASA juga memanfaatkan hidroponik pada program luar angkasanya. Ray Wheeler, seorang ahli fisiologi tanaman di Laboratorium Space Center Space Life Science, Kennedy, percaya bahwa hidroponik akan berkontribusi membuat kemajuan dalam perjalanan luar angkasa. Dia menyebutnya sebagai sistem bioregenerative life support.

 

Macam-macam Sistem hidroponik

1.Aeroponik

Aeroponik berasal dari dua kata yakni aero adalah udara dan poniq adalah cara budidaya. Jadi aeroponik adalah suatu sistem penanaman sayuran yang paling baik dengan menggunakan udara dan ekosistem air tanpa menggunakan tanah.

Teknik ini merupakan metode penanaman hidroponik dengan menggunakan menggunakan bantuan teknologi. Dengan menempatkan tanaman sedemikian rupa hingga akar tanaman terlihat menggantung.

Prinsip kerja aeroponik sistem adalah dengan memanfaatkan air dan nutrisi yang diberikan ke tanaman dalam bentuk butiran kecil ataupun kabut.

Adapun proses pengkabutan ini berasal dari sebuah pompa air yang diletakkan di bak penampungan dan disermprotkan dengan menggunakan nozzle. Sehingga dengan begitu nutrisi yang diberikan ke tanaman akan lebih cepat diserap akar tanaman yang menggantung.

Sistem aeroponik merupakan langkah yang tepat dan baik dalam pembudidayaan tanaman sebab dari teknik ini tanaman akan mendapatkan dua hal yaitu nutrsi serta oksigen secara bersamaan.

Banyak petani senang dengan menggunakan teknik ini. Karena kualitas sayuran yang ditanam dengan teknik ini terbukti mempunyai kualitas yang baik, higeinis, segar, renyah, beraroma dan disertai juga dengan citarasa yang tinggi.

Keunggulan dari sistem ini yakni terletak pada proses oksigenisasi yang langusng sampai ke akar yang dimulai dari tiap butiran kabut halus yang sudah dicampur unsur haranya.

Jadi banyak di negara berkembang menggunakan sistem ini termasuk di Indonesia.
Kelebihan dari sistem ini ada 8 diantaranya:

  1. Tidak perlu menggunakan lahan yang luas, Cukup dengan lahan yang kecil saja.
  2. Sistem aeroponik sangat ramah lingkungan karena dapat menghemat air.
  3. Dengan akar yang menggantung di udara maka akan lebih banyak dalam penerimaan oksigen.
  4. Dapat mengurangi jumlah tenaga kerja.
  5. Mengurangi pertumbuhan pathogen yang berbahaya.
  6. Tanaman akan lebih mudah melakukan fotosintesis sebab tanaman tersebut akan memanfaatkan karbon dioksida yang kaya akan oksigen.
  7. Tidak perlu menggunakan tanah, sebab dengan aor yang cukup maka sudah bisa membudi dayakan tanaman ini.
  8.  Mampu menghasilkan tanaman yang memenuhi 3K yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

Nah, kekurangan sistem ini adalah apabila dalam sistem pengkabutan tidak dikontrol dengan benar maka akar yang menggantung akan cepat mengering sebab mengganggu proses pengabutan.

2.Sistem Nutrient Film Technique (NFT)

adalah teknik baru dalam hal bercocok tanam hidroponik di Indonesia. Sistem ini sangat tepat apabila diaplikasikan pada lahan yang tidak subur dan namun dapat diterapkan di dataran tinggi maupun rendah.

Intinya tujuan akhir dari sistem ini adalah memperoleh panen yang berkualitas. Ada sedikit perbedaan penerapan sistem NFT dengan aeroponik.

Perbedaannta yakni terletak pada peletakan akar tanaman di atas lapisan air yang dangkal. Akan tetapi air tersebut telah mengalami proses sirkulasi dan mengandung sejumlah nutrient sesuai dengan kebutuhan tanaman,

Sehingga dengan begitu akar tanama akan terus berkembang sebab dikelilingi oleh lapisan nutrisi. Keungulan dan kelemahan teknik ini yakni terletak pada pasokan daya listrik.

Apabila pasokan listrik baik itu pompanya mengalami kerusakan maka akar tanaman akan cepat kering yang kemudian terganggunya nutrisi dan menyebabkan kematian.

Namun dengan cara ini akan lebih menjamin tanaman dapat tumbuh dan berproduksi lebih maksimal dan berhasil.

3.Sistem Drip atau Sistim tetes

adalah sistem hidroponik banyak diterapkan di rumah-rumah yang sebeneranya tujuan utamanya yaitu hanya sekedar hobi namun tidak tutup kemungkinan juga untuk dikomersilkan.

Sistem ini tergolong sederhana sebab tidak membutuhkan begitu banyaj perlengkapan, serta multifungsi dan efektif.

Banyak sekali variasi yang dapat kita rancang serta bangun. Dan semuanya hanya tergantung pada kreativitas dan inovasi.

Sesuai dengan namanya sistem ini menerapkan tetesan larutan nutrisi ke setiap akar tanaman dengan tujuan agar lembab dan juga basah.

Teknik ini bisa dirancang sesuai kebutuhan dan lahan, bisa dari skala kecil maupun skala besar. Akan tetapi lebih efektif cara ini untuk tanaman yang agak besar yang membutuhkan ruang yang lebih untuk pertumbuhan akar.

Dan juga teknik ini tidak begitu banyak membutuhkan air dalam sistem pengairannya serta pipa ataupun selang dapat ditarik secara memanjang. Kekurangan hanya media tanam yang banyak agar mudah diserap dan disimpan.

Kenapa menggunakan tanaman besar? Karena tanaman besar tahan terhadap tekanan atau stress dan tidak sensitif terhadap keterlambatan waktu pengairan.

4.Sistem pasang surut

adalah sistem bercocok tanam hidroponik dimana tanaman mendapatkan air, oksigen serta nutrisi melalui pemompaan bak penampung yang nantinya akan membasahi akar atau istilahnya pasang.

Kemudian selang beberapa waktu nutrisi kembali lagi ke bak penampungan atau istilahnya surut. Nah, waktu pasang atau surutnya ini bisa diatur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tidak terjadi genangan ataupun kekurangan air.

Jadi pompa air ini nantinya akan dibenamkan ke dalam larutan nutrisi lalu dipasang timer yang telah diatur waktunya . Dan air yang di dalam kolam atau bak penampung akan dipompa dan diteruskan ke penampungan tanaman (grow tray).

Baru kemudian timer mati dan air secara otomatis aka turun kembali ke bak penampungan. Dalam hal ini timer dapat diatur beberapa kali sesuai kebutuhan. Intinya nutrisi pada tanaman harus terpenuhi secara baik.

Dalam aplikasinya sistem hidroponik dengan teknik ini dapat diterapklan untuk beberapa media pertumbuhan. Dan media yang lazim untuk menyimpan air secara baik adalah rockwool dan vermiculite.

Kelebihan dari teknik ini yaitu tanaman akan memperoleh nutrisi berupa air dan oksigen secara periodic. Kedua adalah oksogen yang dibawa melalui pompa mempunyai kualitas yang baik. Dan penyiraman yang dilakukan secara otomatis dapat menghemat tenaga dan waktu.

Namun kekurangan menggunakan metode ini yaitu budget yang dikeluarkan cukup mahal. Tergantung pada posakan listrik, apabila listrik padam maka tumbuhan bisa mati. Dan pemberian nutrisi berkali-kali tidak sebaik pemberian nutrisi di awal.

5.Sistem DFT

secara singkat adalah sistem hidroponik yang meletakkan akar tanaman pada lapisan air pada kedalaman air berkisar 4-6 cm.

Sama dengan sistem yang lain, sistem DFT juga membutuhkan tenaga listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam talang-talang dengan menggunakan pompa air. Kemudian untuk menghemat listrik maka dapat menggunakan timer yang dapat atur waktu hidup dan mati.

Keunggulan sistem hidroponik daripada sistem yang lain adalah terletak pada saat listrik padam namun kebutuhan nutrisi untuk tanaman tetap tersedia. Karena sistem ini diatur ke dalam nutrisinya sampai 6 cm.

Akan tetapi kekurangannya adalah memerlukan kebutuhan nutrisi yang cukup banyak apabila disbanding dengan sistem NFT

 6.Sistem sumbu atau wicks system

adalah sistem hidroponik yang paling sederhana yakni dengan memanfaatkan sumbu yang kemudian dihubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam.

Dan hal yang laing sederhana lagi yakni sistem ini bersifat pasif dalam artian tidak ada bagian yang bergerak.

Jadi larutan nutrisi akan ditarik ke media yang selanjutnya disalurkan ke media tanam dari bak atau tangki penampungan melewati sumbu. Dengan memanfaatkan daya kapilaritas sumbu maka air dan nutrisi dapat mencapai akar tanaman.

Sistem sumbu adalah sistem yang sangat ideal bagi yang sangat menginginkan tanaman di pekarangan dapur, ruang tamu dan bahkan di halaman rumah yang luasnya tidak begitu lebar.

Dalam aplikasinya wick system dapat dicampurkan media tanam lain seperti perlite, vermiculite, arang sekam padi dan kerikil pasir.

Cara menaman dengan sistem sumbu dapat memanfaatkan sumbu kompor, kapas atau kain bekas. Intinya media tersebut dapat menyerap air dengan baik. Boleh media dari yang kami sebutkan.

Pertama akar tanaman tidak dicelupkan langsung ke dalam air akan tetapi akar tersebut tumbuh dalam beberapa bahan penahan air seperti misaknya rockwool atau bisa juga sabut kelapa.

Kemudian ujung sumbu ditempatkan di dalam reservoir yang telah diisi larutan nutrisi. Kemudian ujung lainnya ditempatkan dalam media tanam. Dan bahkan lebih dekat ke akar tanaman.

Karena media ini lebih dominan menggunakan sumbu maka membutuhkan banyak air dan nutrisi. Maka sumbu disusun ke media penahana air sebagai kapiler.

Dengan begitu tanaman akan mengambil larutan nutrisi melalui ujung sumbu dan efeknya media tanam yang dilewati sumbu menjadi lembab.

Teknik sumbu ini udara akan tersedot oleh akar beriringan dengan larutan nutrisi. Dengan begitu akan memastikan bahwa tanaman menerima cukup udara.

Apabila reservoir habis maka dapat diisi dengan cara manual. Dan ini keunggulannya karena tidak perlu menggunakan pompa sebagaimana sistem hidroponik lainnya.

Pertama pastikan terlebih dahulu tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman yang relatif singkat. Contohnya kangkung dan sawi. Kemudian lakukan teknik semai dengan media tanam aram sekam bakar selama lebih kurang 2-3 hari.

Alat dan bahan yang mesti dipersiapkan adalah sebagai berikut:

  • Bak plastik dengan ukuran 50×30 cm dan tinggi 20 cm yang berfungsi sebagai penampung larutan nutrisi.
  • Rockwool yang berfungsi sebagai media tanam.
  • Gelas air mineral berfungsi sebagai media tumbuh tanaman.
  • Cutter berfungsi sebagai pemotong stayrofoam.
  • Aluminum foil berfungsi sebagai pelapis stayrofoam.
  • Dan paku yang dapat berfungsi untuk melubangi bagian dari gelas mineral.

Ingat prinsip utama menggunakan sistem rakit apung adalah dengan menempatkan tanaman mengapung di atas caitan nutrisi.

7.Hidroponik Sistem Rakit Apung (Water Culture System)

Sistem hidroponik yang ke tujuh ini merupakan sistem yang paling sederhana diantara sistem hidroponik yang aktif.

Karena dengan memanfaatkan platform yang terbuat dari media tanam yang mengapung sehingga kebutuhan nutrisinya langsung didapatkan oleh akar.

Kemudian kebutuhan oksigen yang diperlukan akar tanaman dapat menggunaka pompa aquarium yang telah dimasukkan ke dalam bak penampung nutrisi hidroponik.

Akan tetapi dengan menerapkan sistem ini tidak dapat bekerja efektif untuk tanaman dengan ukuran yang besar dan jangka panjang. Hanya tanaman kecil saja, seperti seledri, sawi dan lain-lain.

Nah, keunggulan cara ini adalah tanaman nantinya akan mendapatkan pasokan nutrisi berupa air dan oksigen secara rutin dan juga akan memudahkan dalam hal perawatan.

Tahapan sistem rakit apung dapat digambarkan seperti berikut ini:

  • Potong sesuai dengan ukuran bak penampung/plastik lalu lapisi dengan aluminium foil.
  • Lubangi stayrofoam dengan jarak kira-kira tidak rapat. Lubang ini nantinya berfungsi sebagai tempat meletakkan gelas air mineral. Lalu lubangi juga bagian bawah gelas air mineral dengan paku.
  • Atur net pot ke dalam lubang gabus tersebut. Dan beri tekanan sedikit hingga gelas air mineral menyentuh sedikit permukaan larutan nutrisi. Atau dapat diatur dengan ukuran rata-rata 5 cm.
  • Dan terakhir potong rockwool menyerupai kubus dengan ukuran 3x3x3 cm. Lalu gunting agar dapat membentuk celah. Disinilah nantinya bibit cangkung diletakkan. Selanjutnya tempatkan bibit kangkung di dasar pot.


8.Sistem Fertigasi (Fertilizer And Drip Irigation System)

Sistem fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling banyak diterapkan di dunia. Karena sistem ini menggunakan drip irrigation atau irigasi tetes dimana tanaman akan disiram dengan cara meneteskan air.

Sistem fertigasi tidak hanya aor saja yang diteteskan namun air tersebut telah dicampur larutan nutrisi. Sehingga pertumbuhan tanaman tetap terjaga.

Artinya dalam satu tetes sudah mengandung nutrisi yang lengkap. Kemudian pengoperasiannya juga  tergolong mudah.

Kelebihan sistem ini diantaranya: (1) dalam pemberian nutrisi dapat diatur sesuai dengan kedewasaan tanaman. (2) Aman dari penyakit dan dijamin bersih. (3) Mengatasi problem tanah.

(4) Mampu meningkatkan hasil dari pendapatan. (5) Kualitas dari hasil tanam jauh lebih baik. (6) Penggunaan pupuk yang tepat sasaran dan (7) Mampu menghasilkan tanaman yang banyak (kuantitas).

Kekurangan sistem ini setidak ada empat yakni: (1) Modal yang dibutuhkan terlalu tinggi. (2) Perlu pengetahuan yang cukup untuk memulai dengan teknik ini. (3) Harus diurus secara berkala dan berkelanjutan. (4) Apabila kerusakan dalam sistem pengairan akan berpengaruh dalam hasil pertanian.

Media tanam

Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:

Keuntungan teknik hidroponik

  1. Tidak membutuhkan tanah. Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  2. Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  3. Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  4. Memberikan hasil yang lebih banyak
  5. Mudah dalam memanen hasil
  6. Steril dan bersih
  7. Media tanam dapat digunakan berulang kali
  8. Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  9. Tanaman tumbuh lebih cepat

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya